Tampilkan postingan dengan label construction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label construction. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 18, 2010

Aku Berhak Tidak

Untuk marah, kesal, dan lain sebagainya?

Maksudku hari ini demi mengejar target pekerjaan maka aku harus turun sendiri ke workshop memastikan pembagian tim dan barang sudah sesuai. Padahal aku masih harus mencari Berita Acara Serah Terima beberapa proyek yang rasanya sudah berlalu setahun sampai dua tahun yang lalu. Tanpa salinan BAST ini maka tagihan kantor tidak akan dibayar.

Aku juga masih harus mempelajari draft dokumen SITAC dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk si oknum itu agar dia tidak ada alasan mengelak tidak tahu dokumen. Maklum saja si dodol itu padahal sudah dijelaskan lisan dan menyatakan mengerti tetapi ternyata baca isi dokumen dua paragraf saja seperti tidak mengerti. Padahal aku harus mempersiapkan diri berangkat ke suatu daerah di bagian selatan Jawa.

Aku juga harus mengumpulkan dokumentasi pekerjaan kolokasi padahal aku bukanlah Project Admin tetapi tak ada orang lain di sini yang bisa melakukannya kecuali aku dan atasanku -- tentu saja atasanku menyuruh aku memastikan semuanya berjalan lancar yang berarti aku terpaksa mengerjakannya sendiri.

Tidak mengerjakan sama sekali maka semua makin menumpuk dan pada akhirnya somehow it will be all my fault no matter what.

Craptastic!

Rabu, April 15, 2009

Day 105: I Don't Think Your Company Is THAT Great

Today I represent my company on a meeting with board of directors of a -- supposedly and self-acclaimed -- largest national company in this specific field of business.

Basically, the directors asked us, their partners, to be patient for a little while for their bank gave them the money to pay us all.

Well, Mr. X, after hearing all your sweet talking for half an hour and hear your CFO's explanantion which include some mumbling, I thought that your company is not THAT great.

That proves my point of view: Some people made it through with a little help by being boastful.

Senin, Maret 02, 2009

Day 60 +1: Another Day, Perhaps?

Today I spent a lot of time fixing the quantity of requirements for our Belitung projects. They already fell so much behind schedule. What can I say, the logistics kind of stalled that really made these projects like unwanteds.

Maybe because the telecommunication operator that previously want to upgrade their signal coverage quality was having a bad year with the loss around some billion rupiahs so they decided to delay or stop ongoing projects to cut loss. Or that's what I think they did.

But my job still require me to post update to the intranet for the work so I did. Then I decided to play Travian, instead of my honest and good intention to start learning 3D CAD and CMS and open source image editor.

Admit it, I am lazy.

Maybe I'll start learning those software tomorrow?

Kamis, Januari 29, 2009

Mungkin Tidak Ya (Ke Bellitong Lagi)?

Kali ini ada project lain dengan status GO! dengan lokasi kota Tanjung Pandan, Pulau Belitong.

Tetapi sayang sekali bukan aku yang ke sana. Malah aku ditugaskan untuk mengurus tagihan-tagihan pekerjaan kami yang belum yang dibayar. Mendatangi kantor-kantor dan orang-orang yang susah untuk ditemui begitu tahu bahwa tamu yang ingin menemui mereka adalah pihak yang ingin menagih utang.

Ho ho ho...

I dislike it. But an assignment IS an assignment and I'm not in the position to pick all the easy duties.

Kamis, Januari 22, 2009

Finally, A GO! Project

Thank God.

Now there's actually a sense of activity for our much dormant project in eastern Indonesia. For a few months the team was called to main office and we saw a lot of idling around. That sure make for low moral. That's when a small erection work in Batam really sparks interest with my men asking me whether will it be their turn to be sent to the fields again.

Which I always replied, "You just have to wait for the development."

But now that we have a green sign to go for a project, however small, bring sparks of life again. People seemed to be in a happy mood already and the spirit somewhat had a positive vibe. Well, this kind of project really make me happy because my men are doing USEFUL things (instead of sneakily went for naps) but somehow a little bit sad.

Because I would again wonder how and when will I be able to travel to sites again, just like I did a couple of years ago...

Selasa, Agustus 05, 2008

All Hail Google! (yes, again!)

Now what would you think this guy was trying to do? Kung Fu practice? Nope. I didn't have any idea either. And what did the title have to do with the post and the photo? Not really much, actually.

What I did here is using an application called Picasa that I downloaded from Google for FREE and then install it in my machine. At the bottom it shows a Blogger icon that when I put my mouse cursor over the icon it said: post this photo to Blogger (or something similar). So I picked a photo from my library, selected it, then clicked on the Blogger icon.

A pop-up window showed up showing the login page. Typing the correct username and password brought me to the layout setting and (after selecting the appropriate layout) then I was brought to the edit posting window. That's where I typed all this words you are reading now.

Now you might ask, "So? What's so special about it?" To which I replied, "Don't you see? When I store a picture to my computer using Picasa, I could just with a few steps post a picture and insert some text with it! And it became a blog post! That simple!! And quick!!! And easy!!!!

And now I just going to click on the "PUBLISH POST" button, and we'll see what'd happen! In 3... 2... 1... Click!

ADDED: I didn't remember seeing the slot where I was supposed to enter the label (or tags) for this post so I went back to the editing page and entered the labels. That made me work twice. Not so smart, Google team!

Posted by Picasa

Kamis, Juli 31, 2008

Pencuri Sialan!

Tahu tidak, betapa menjengkelkannya kalau pekerjaan kita bisa terganggu karena tindakan pencurian. Padahal seharusnya tanggung jawabku tinggal serah terima setelah uji fungsi yang (serharusnya) lancar-lancar saja.

Padahal sudah melakukan preventive measurement step, seperti memasang busbar grounding dalam kerangkeng yang dilas.

Eh, gak tahunya akal si maling, yang (sepertinya) masuk malam-malam lalu menggunakan gunting kawat sehingga bisa mengeluarkan busbar tembaga itu.



Akibatnya adalah pekerjaanku kena pending. Jadi saja aku pusing...

Maling sialan!

Selasa, Juli 08, 2008

"Darah Itu Merah, Jendral!"

Aku jadi teringat sebuah film tentang G30S yang menceritakan awal dari bagian kelam sejarah Republik Indonesia. Tidak, kita bukan akan membahas sebuah film, tidak juga membahas tentang sebuah episode dalam sejarah negara kita. Ini hanya menjadi pembuka yang berbeda dari salah satu proyek yang aku tangani.



Kami melaksanakan pekerjaan perkuatan pondasi menara telekomunikasi di Garut, Jawa Barat. Pekerjaan ini adalah karena menara tersebut hendak digunakan oleh multi-operator. Pondasi yang ada sendiri adalah berupa pondasi rakit yang sebagian muncul di atas permukaan tanah. Yup, ini adalah raft foundation for triangle self-supporting tower.

Nah, pada saat kami melaksanakan pengeboran ke dalam tanah, kami menemukan fakta kalau daerah tersebut bukanlah tanah berbatu melainkan (lebih tepat disebut) batu bertanah. Dari duabelas titik yang kami bor, SEMUANYA banyak mengandung batu. Selain batu, muka air tanahnya juga cukup tinggi. Pada kedalaman kurang dari dua meter, air sudah mengucur dan mengisi lubang-lubang pengeboran tersebut.

Pelan-pelan, tenaga pekerja kami masih mampu mengeluarkan bongkahan-bongkahan batu tersebut dengan cara memecahkan dengan linggis; mesih jackhammer, dan bor mesin. Tetapi apa daya, batunya terlalu banyak dan besar-besar pula.



Untuk beberapa titik, kami bahkan harus memperbesar titik coring dan lubang bor sehingga memungkinkan orang masukdan mengeluarkan pecahan/bongkahan batu secara manual.



Cara ini, sayangnya, hanya efektif sampai kedalaman tertentu. Tentu saja, pada kedalaman di mana resiko longsor minim (kalaupun terjadi masih bisa menyelamatkan orang di dalam lubang dengan cepat); dan belum tergenang air tanah. Minusnya cara ini, lubang borpile itu diameternya lebih besar daripada desain sehingga tentu saja akan memperbesar volume beton yang dibutuhkan bila kami harus mengisi lubang-lubang tersebut dengan beton cor.

Lalu apanya yang mengingatkanku tentang film tersebut (berseting Lubang Buaya)? Ya tentu saja foto ini:



(mengeluarkan bongkahan batu cara manual pada kedalaman kurang dari 1,50m)

Rabu, Juni 25, 2008

Ide Baru. Mungkin.

Tadi sore aku sempat chat cukup lama dengan seorang teman lama saat kuliah. Dia menanyakan beberapa hal teknis yang sebenarnya cukup sering ditemui -- kalau kamu konsentrasi kerja di bidang yang sama dengan konstruksi kami ini.

Aku menjelaskan tentang quality control dari pekerjaan pemancangan tiang, cor beton pondasi, cek vertikal struktur tegak, dan lain-lain.

Mungkin seandainya aku membuat tulisan tentang itu semua sebelumnya -- lengkap dengan foto-foto ilustrasi -- aku tinggal memberikan link itu ke dia.

Hmm.. Not a bad idea, actually.

Maybe I'd do it later on.