Tampilkan postingan dengan label mistake. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mistake. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 07, 2010

Pengen Banget Motret

Yeah, hari ini pengen banget motret berhubung hari libur karena Tahun Baru Hijrah. Sialnya tetap saja harus mengurus pekerjaan dan tentu saja saat ini aku sedang di kantor.

Demi pekerjaan yang tiada habisnya dan scope of work yang tak benar-benar jelas pembagiannya, aku tetap mencoba bertahan. Yeah, aku sedang harus mengerjakan pekerjaan yang tak aku suka tetapi aku begitu bodohnya sampai tak tahu cara melepaskan diri dari ini.

Rasanya ingin sekali menendang pantat sendiri agar lebih termotivasi. Ha ha.

Lalu mengingat hubungan personalku yang saat ini terasa tak mampu membuat semangat? Heh, entahlah. Work sucks. Personal life juga tak menyenangkan. Rasanya saat ini aku sedang ada di dalam penjara. Rasanya ingin lari, membebaskan diri, pergi entah ke mana tak peduli dengan ini semua.

Hah, aku yang sengsara.

Senin, Oktober 18, 2010

Joyless Times (Part 2 of Many)

Life Will Take You Nowhere

If You Do Not Go Anywhere

Minggu, Desember 13, 2009

Melakukan Kesalahan Yang Sama

Membaca berita olahraga tentang timnas sepakbola kita, yang tak juga mencuat prestasinya, dengan pola pelatihan yang sejak hampir limabelas tahun yang lalu masih begitu-begitu saja, membuat hati miris. Coba bayangkan saja kalau sejak dari zaman PSSI Primavera pertengahan tahun 90-an sampai sekarang tetap saja solusi pembinaan pemain usia muda adalah dengan mengirimkan keluar negeri.

Bahkan setelah berkali-kali tak ada prestasi yang mencuat tetap saja PSSI mengirimkan pemain-pemain muda untuk berlatih keluar. Aneh.

Tapi tidak juga, kalau dipikir-pikir lagi. Aku juga melakukan kesalahan yang sama. Seringkali malah. Sampai seperti lagu band Kerispatih. Tentu saja yang mereka nyanyikan adalah tentang kesalahan yang sama sehingga menimbulkan persoalan cinta. Ha ha ha...





Seperti memfoto produk seperti ini. Bahkan setelah beberapa kali percobaan aku tetap masih melakukan kesalahan yang sama. Entah itu lighting fall-off yang kurang tepat. Entah itu background yang kurang rapi.

Artinya memang aku tahu aku seharusnya membuat catatan teknis tentang foto-foto yang kulakukan dan kuhasilkan agar tidak mengulang lagi dari awal. Jadi bila memfoto helm aku sudah punya setting pencahayaan yang default sebagai titik awal memulai. Nah bila hasil review foto dirasakan kurang memuaskan maka segeralah bisa dilakukan perubahan.

Tapi dasar aku bodohnya melebihi keledai. Tetap saja aku mengulang dari awal. Tetap saja memikirkan lagi dari awal apa dan bagaimana setting lampu yang harus dilakukan bila itu helmet, shoes, jacket, dan lainnya.

Ingatkan aku untuk berubah karena aku orang yang keras kepala.