Tampilkan postingan dengan label God. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label God. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 25, 2009

Day 360-1: When Was That?

When was that actually, the last time I spent time with my whole family on a Christmas eve -- or make itu Christmas Day?

Try as hard as I could, I could remember any precise moment or year right now, that I was among my sisters, brother, and parents.

Today, another Christmas, is another event that I am not among my family. In this shopping mall, among this crowd, I am alone.

Now wouldn't that make me look weird? Of all the tables here none of them were occupied by a single person, except mine. I must be looking weird, writing this post.

Ah, I just try not to care.



At least I know there is God that's always with me and LC who'll be thinking of me if she's not sleeping. Ah, the sleeping beauty.

Sabtu, Juli 11, 2009

Oh Tuhanku...

Seperti yang kutulis di deskripsi blog ini, Tuhan yang aku kenal adalah seorang Tuhan yang suka padaku dan sering bercanda denganku. Hanya kadang saja aku merasa kalau canda yang dilakukan-Nya lebih lucu bagi orang lain yang mendengarkanku mengulangnya. Beberapa kali, ketika aku menceritakan kisah hidupku dan merasakan emosi kesedihan saat mengulang "kaset rekaman" memori itu, pendengarku justru tertawa terbahak-bahak.

**Sigh...**

Tuhan mencintai dan menyayangi aku biarpun aku sering sekali melupakan dan mengabaikannya. Tuhan mendengarkan doa-doaku; permintaan dan permohonanku. Dulu aku meragukan hal ini tapi ternyata tidak juga. Tuhan mendengarkan doa kita yang ditujukan pada-Nya. Hanya saja, sering kali jawabannya adalah, "Tidak."

Atau mungkin, "Nanti."

Lalu adakalanya ketika kita meminta dalam doa yang diulang-ulang, saat kita memohon meminta hanya satu, Dia mengabulkannya dengan memberikan lebih. Lalu kita merasa kaget dan bingung dan segala macam bentuk penderitaan lainnya. Kita mungkin merasa tidak layak terlalu dilimpahi kemurahanhati-Nya. Kita mungkin merasa bingung, "Mau diapakan pemberian sebanyak ini?"

Lalu dalam kebingungan baru kita karena doa kita dikabulkan berlipat ganda, kita malah membuat doa baru kepada Tuhan meminta untuk mengambil lagi berkat-Nya dan hanya meninggalkan satu saja untuk kita. "Cukup satu Tuhan. Sekarang aku tak tahu mau apakan kelebihan ini."

Pernahkah lalu kita merasa seandainya Tuhan seperti aku dan kamu, Dia akan merasa terganggu dan jengkel? Dia akan bilang, "Tadi kamu mohon diberikan, sampai doa berkali-kali. Sekarang Kuberi lebih dari satu, kamu tidak mau. Apa sih sebenarnya maumu, anak-Ku?"

Manusia memang sulit sekali dipuaskan. Manusia memang suka sekali menuntut. Namun, jarang manusia yang sadar kalau Tuhanlah yang memutuskan segala sesuatunya dan manusia cuma cocok menerima saja apa adanya. Ataupun bila sadar, manusia lebih terbiasa untuk melupakannya.

Tuhanku adalah Tuhan yang suka bercanda. Kesukaannya ini didasari oleh rasa cinta kasih-Nya kepadaku.