Cuaca kurang bersahabat hari ini. Terasa panas bahkan AC yang dinyalakan pada suhu 18 derajat tak mampu membuatku berhenti berkeringat. Mungkin akan hujan sore ini tapi aku juga tidak tahu. Kuharap tidak.
Aku sudah lama tidak memotret pertunjukan panggung dan tawaran untuk datang ke acara ulang tahun sebuah operator telekomunikasi di Indonesia membuatku ingin sekali menuju Senayan membawa kamera setiaku, si Nikon D50 dengan dua lensa wajib: Sigma 24-70 mm f/2.8 dan Nikon 80-200 mm f/2.8 yang sudah lama sekali tidak dikeluarkan dari tabungnya.
Tetapi tentu saja kekhawatiran soal cuaca adalah persoalan utama. Aku tak tahu dan tak yakin soal cuaca dan kemungkinan hujan-hujanan membawa gear senilai lebih hampir dua puluh juta rupiah (nilai saat aku beli tiap barang) yang rentan terhadap pengaruh elemen -- terutama air -- sangat mempengaruhiku. Ragu kan jadinya untuk berjalan dengan kondisi seperti itu?
Pilihan dan alternatif lain adalah dengan mengendarai mobil dengan resiko kena macet yang biasanya terjadi tiap weekend di rute yang rencananya akan kuambil. Memang terlindung dari elemen tapi ya tetap saja kemacetan akan membuatku terlambat datang ke tempat tujuan ditambah lagi kelelahan menyetir. Tapi setidaknya kamera dan lensa-lensaku aman dari resiko rusak oleh elemen.
Semua itu membuatku ragu dan YA, aku memang seorang yang peragu.
Apapun akhirnya kuharap tidak ada gangguan dan hambatan karena aku sudah ingin sekali memotret pertunjukan panggung. Kuharap semua bisa dilaksanakan dan lancar-lancar saja.
“God must’ve loved me so much, He joked a lot with me. Every time I tell stories of my mishap and misfortunes, people laughed.”
Tampilkan postingan dengan label Nikon D50. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nikon D50. Tampilkan semua postingan
Jumat, Oktober 16, 2009
Panas Hari Ini
Label:
keputusan,
lens,
Nikon AF80200D,
Nikon D50,
photography,
Senayan,
Sigma,
stage,
weather
Senin, September 07, 2009
Day 250: New Gears Mean Broader Options and Creativity Choiches
That's what my decision based on when I bought the Yong Nuo YN-460 universal pin speedlight and later Fotga's wireless radio trigger PT-04TM. But the set you can see here is that I ordered my set with modified 433MHz antenna for farther reach -- which I haven't tested yet.

Now suddenly I was so much into creative lighting using remote strobe and already planning for another set of speedlight+radio receiver which would look like this one! Of course that setup would mean that I need another lightstand and -- just in case -- a couple of light modifiers.


Now suddenly I was so much into creative lighting using remote strobe and already planning for another set of speedlight+radio receiver which would look like this one! Of course that setup would mean that I need another lightstand and -- just in case -- a couple of light modifiers.

And to spice this post up, below is a result from my using of one speedlight mounted on a standar tripod with bounced lighting and no modifier.
Label:
fashion,
night,
Nikon D50,
photography,
speedlight
Senin, Mei 25, 2009
Day 145: Counting Down The Days
I think that my camera are nearing the end of its days.
A few times already my shutter got stucked and jammed and the LCD flashing the word "Err". At first I thought that that was just some minor glitch. But now I thought that it wasn't.
If you familiar with SLRs, you should know the term "shutter count". Every camera has its standard for shutter count, according to the lab test of the manufacture. Now that I have reached more than 40,000 clicks on my shutter, it normally would show signs of deterioration; of malfunctioning; because like all mechanical gadget, things wore down in due time.
And now I think that my camera already showing signs. Of its death.
I must start to save for the repair fee. Of the components and spare parts price. And I must ask Alta for the price and time required to repair the shutter release.
Ouch.
Label:
Nikon D50,
photography,
shutter count
Rabu, Januari 14, 2009
Kembali Ke Awal Lagi!
Mungkin akan menarik untuk kembali ke dasar: Nikon D50 + lens kit AF-S 18-55mm 1:3.5-5.6G ED DX dan bila aku butuh tele maka aku membawa lensa kedua yang aku beli: Nikon AF 70-300mm 1:4-5.6G (cheapest Nikon tele zoom full frame lens!)
Kenapa begitu?
Sebenarnya aku jenuh dengan ke mana-mana membawa Sigma 24-70mm 1:2.8 aku yang jauh lebih berat daripada lens kit itu. Aku juga ingin memberikan tantangan baru pada diri sendiri: dengan lensa kit + lensa murah juga bisa mendapatkan hasil yang memuaskan, seperti yang kualami dalam dua tahun pertamaku "menggotong" DSLR.
Jadi yang kulakukan sekarang adalah mengambil lagi tas kamera Lowepro-ku (yang sayangnya tidak All-Weather itu), mengatur ulang susunan padding-nya, lalu memasukkan lensa tele zoomku (serial number 9201312), ditambah bodi Nikon D50 (serial number 8034160) dengan lensa kit 18-55mm (serial number 2296324) terpasang!
Biarlah Sigma-ku, Nikon 50mm 1:1.4 AI-s, dan Nikon AF 80-200mm 1:2.8 D tersimpan dalam dry-box ecek-ecek di bawah meja itu. Aku ingin mencoba kembali ke awal lagi!
Label:
basic,
Nikon 1855G ED DX,
Nikon 70300G,
Nikon D50,
photography,
Sigma
Langganan:
Postingan (Atom)