Tampilkan postingan dengan label blade of tears. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blade of tears. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 20, 2009

Day 140: Aku dan Semua Yang Terluka Karena Cinta

mencoba mendefinisikan cinta,
ada berapa banyak orang yang sudah mencoba melakukannya?
termasuk aku.

seseorang pernah bertanya padaku,
"menurutmu, apa itu cinta?"

aku mencoba memberikan jawaban filosofis,
jawaban yang terdengar intelek dan berkualitas,
tapi yang keluar hanyalah rangkaian kata,
yang tak punya arti maupun integritas.

aku tergagap dan aku gagal.

sekarang aku cuma tahu,
cinta cukup dirasakan saja.

aku tak mau jadi bodoh dua kali,
mencoba mendefinisikan cinta dalam batasan,
yang gampang berubah seiring waktu.

bila aku pernah luka karena cinta,
semoga tak ada orang yang tahu,
tak ada orang yang melihatnya,
karena bagiku luka seperti itu sebaiknya,
dirawat dan disembuhkan dalam ruangan pribadi.

bila kau pernah luka karena cintaku,
bila kau pernah luka karena merasa kucintai,

biarlah kubiarkan kau dalam tanya,
sedalam apakah lukaku sendiri.

Rabu, April 23, 2008

Eliminate All The Drama

And here We are, in this isolated universe, cling tightly to each other, afraid to let go, afraid of getting lost in this nothingness. You, Me, and The Void around us. We are nothing. But you are everything. This should be the right time for salvation: You and Me and Void, looked everywhere for the sign of the Saviour. Our search could end up in vain. Hopelessness engulfed Us because We are weak. Even together We are not strong enough. Your tears falling down Your unblemished cheek. It fell but then started to change. Into a blade... Broaden and widen still yet so thin that even the breadth of My hair is thicker than Your Blade of Tear. It slowly fell down as Your hand went up to reach It. I was very afraid. Afraid of Your fearfulness. Afraid in Your fear You will let go of My arm and hold the Blade in both of Your Arms.