Rabu, Juni 23, 2010

Waktu Lembur Lagi

Malam ini aku lembur lagi sehingga melewatkan dua partai hidup dan mati antara Amerika vs Aljazair dan Slovenia vs Inggris. Ternyata hasil akhirnya adalah 1-0 dan 0-1 yang berarti Amerika dan Inggris sama-sama lolos ke babak berikutnya. Sebentar lagi pekerjaan yang bisa kulakukan akan selesai. Besok pagi ada jadwal weekly meeting di daerah Tebet. Laporan yang sedang kukerjakan ini tanda-tandanya akan bertambah isinya. Semua karena si oknum yang menurut pendapat pribadiku masih kurang memenuhi kualifikasi teknis untuk melaksanakan pekerjaan ini tetapi sayangnya tetap "diminta" melaksanakan pekerjaan itu.

Jadilah aku termasuk orang yang kena imbas dari pekerjaan yang kurang memadai ini. Mau mengeluh? Percuma. Tak ada seorangpun yang (sepertinya) mau mendengarkanku.

Lebih baik go back to work to finish these reports so that I can catch some sleep.

Jumat, Juni 18, 2010

Aku Berhak Tidak

Untuk marah, kesal, dan lain sebagainya?

Maksudku hari ini demi mengejar target pekerjaan maka aku harus turun sendiri ke workshop memastikan pembagian tim dan barang sudah sesuai. Padahal aku masih harus mencari Berita Acara Serah Terima beberapa proyek yang rasanya sudah berlalu setahun sampai dua tahun yang lalu. Tanpa salinan BAST ini maka tagihan kantor tidak akan dibayar.

Aku juga masih harus mempelajari draft dokumen SITAC dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk si oknum itu agar dia tidak ada alasan mengelak tidak tahu dokumen. Maklum saja si dodol itu padahal sudah dijelaskan lisan dan menyatakan mengerti tetapi ternyata baca isi dokumen dua paragraf saja seperti tidak mengerti. Padahal aku harus mempersiapkan diri berangkat ke suatu daerah di bagian selatan Jawa.

Aku juga harus mengumpulkan dokumentasi pekerjaan kolokasi padahal aku bukanlah Project Admin tetapi tak ada orang lain di sini yang bisa melakukannya kecuali aku dan atasanku -- tentu saja atasanku menyuruh aku memastikan semuanya berjalan lancar yang berarti aku terpaksa mengerjakannya sendiri.

Tidak mengerjakan sama sekali maka semua makin menumpuk dan pada akhirnya somehow it will be all my fault no matter what.

Craptastic!

Kamis, Juni 17, 2010

Telat Menyadari?

Kadang kita sebagai karyawan biasa bisa menyadarkan atasan setelah melakukan tindakan tertentu misalnya dengan menyatakan keinginan kita untuk penghargaan dan apresiasi yang lebih baik atau kehendak untuk mencari pekerjaan yang berbeda daripada yang kita jalankan sekarang.

Kemungkinan kesadaran atasan ini muncul setelah menyadari bahwa bawahannya tersebut punya nilai lebih dan besar kontribusinya dalam operasional perusahaan. Hanya saja kemungkinan perubahan sikap tidak akan bertahan lama, setidaknya itulah yang aku curigai mungkin akan terjadi pada atasanku. Sekarang dia terlihat begitu (berusaha) komunikatif dan akomodatif.

But frankly, it's all too late.

Aku memutuskan untuk mulai mencari tantangan baru di tempat lain.

Kesulitannya adalah membagi sumberdaya yang kumiliki yang pada dasarnya sangat terbatas.

Biarlah atasanku telat menyadarinya dan biarlah kucoba sebaik mungkin menjaga performance tetapi di ujungnya nanti bila saatnya tiba, it'll be bye bye.

Minggu, Juni 06, 2010

Mencatatkan Pernikahan di Catatan Sipil

Langkah yang harus ditempuh untuk mencatatkan pernikahan di catatan sipil:

1. Surat Keterangan Perjaka / Gadis
Lebih dikenal sebagai N1-N4. Cara mendapatkannya dimulai dari menghadap kepada Ketua RT setempat meminta surat pengantar untuk menikah dengan membawa Kartu Keluarga asli dan Kartu Tanda Penduduk. Surat Pengantar yang ditandatangani dan distempel Ketua RT lalu ditandatangani dan distempel juga oleh Ketua RW. Kemudian surat tersebut dibawa ke kantor kelurahan dan kecamatan.

2. Surat Pelengkap
Dalam bentuk fotokopi, yang perlu disiapkan adalah:
a. Akta Kelahiran
b. Kartu Tanda Penduduk
c. Kartu Keluarga
d. Surat Baptis
e. Surat WNI Orang Tua
f. Surat Ganti Nama Orang Tua
g. Surat Kawin Orang Tua
h. Pas foto hitam putih 4x6 cm sebanyak 5 lembar

3. Akta Pemisahan Harta
Jika memiliki akta ini maka harus dibawa pada saat penandatanganan oleh petugas pencatatan sipil.

Jangan lupa siapkan dua oran gsebagai saksi waktu penandatanganan surat nikah. Satu dari pihak laki-laki dan satu lagi dari pihak perempuan. Jangan lupa bahwa mereka harus membawa KTP.

(dari Tangsel Raya Edisi 032 / Mei 2010)

Senin, Mei 31, 2010

Si Satpam Yang Keren

(aslinya diterbitkan di internet tanggal 14-05-2008 setelah menonton film Iron Man)

====

Seseorang menyarankanku untuk menonton IRON MAN dan menunggu sampai credit title selesai untuk mendapatkan sebuah surprise alias teaser.

Jadinya kemaren aku benar-benar tunggu sampai credit title yang panjang itu selesai ditayangkan.

adegan menunjukkan saat Tony Stark masuk ke dalam rumah dan menyapa Jarvis. Tony agak ragu karena suara Jarvis yang tidak seperti biasanya. Ternyata ada sesosok pria menunggu di dalam kegelapan menunggu kedatangan Tony Stark.

Tidak penting apa yang mereka bicarakan dalam beberapa detik itu. yang lebih menarik adalah seorang satpam XXI mendatangi tempatku duduk di barisan paling depan lalu berbicara:

"Nanti ada Samuel Jackson datang."

"Huh?" aku heran karena saat itu baru adegan Tony masuk ke dalam rumah.

"Ya. Film ini bersambung ke Jumper."

Aku menoleh heran ke arah si satpam. Jumper? Film yang menampilkan orang-orang berkemampuan meloncat (jump) dari satu lokasi ke lokasi lainnya hanya dengan berkonsentrasi?

"Oh ya, Jumper itu gantung banget akhirnya. Pastinya ada lanjutannya." kataku sok pasti.

Lalu saat sosok dalam kegelapan itu bergerak maju, kelihatanlah bahwa dia adalah Samuel L. Jackson yang memakai eyepatch.

OMG. Ternyata maksud si satpam adalah Samuel L. Jackson sebagai pemimpin Paladin yang memiliki misi membunuhi para peloncat ruang di film Jumper! Apakah si satpam berpikir akan terjadi crossover di mana iron man akan menjadi pemburu para jumper?

Entahlah.

Dengan sopan aku permisi ke si satpam ketika film sudah benar-benar selesai.

Iron Man memburu Jumpers? *grin*

Kita Tak Bisa Percaya

(aslinya diterbitkan di belantara internet pada tanggal 27-04-2007 setelah melihat iklan properti di media cetak yang muncul beberapa hari berturut-turut)

===

Sebagai masyarakat biasa - juga sebagai calon konsumen - sudah sewajarnya kita waspada dan mencermati apa saja informasi yang dijejalkan sehari-hari. Klaim yang disebutkan untuk menyatakan keunggulan produk sudah sepantasnya ditelaah sebelum diterima sebagai kebenaran.

Kadang kita mungkin malah harus mengabaikan informasi yang kurang jelas atau menutup-nutupi realita.

Mungkin contoh yang dapat diberikan adalah tentang produk properti seperti yang terpasang sebagai iklan pada sebuah harian nasional dua minggu berurutan, yang tagline-nya "centralize your life…" dan "stay healthy whealthy & dynamic".

Masalahnya adalah lokasi properti itu di daerah Thamrin, Jakarta Pusat. Sebagai informasi tambahan, ruas jalan Thamrin dan Sudirman adalah area dengan kualitas udara terburuk di Jakarta.

Dan Jakarta adalah salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia!

Tanpa bermaksud menjelek-jelekkan produk properti tersebut, bagaimana mungkin bisa hidup sehat bila udara yang dihirup sehari-hari saja sudah buruk? Harian nasional yang sama beberapa waktu yang lalu pernah memasang foto yang diambil dari sebuah gedung tinggi di Jalan Thamrin yang tertutup kabut asap putih sehingga jarak pandang ke daerah sekeliling amat terbatas.

Atau apakah mereka (pengelola gedung) telah berhasil mengimplementasikan sistem penyaring udara yang canggih sehingga udara dalam bangunan berkualitas lebih baik daripada udara di luar?

Bila memang begitu, aku ingin tahu, sistem seperti apakah itu?

Lalu, seingatku konsep unggulan mereka adalah bahwa para penghuni yang tinggal di situ dapat pergi ke kantor "dengan berjalan kaki sehingga lebih sehat"!

Memang target konsumen mereka adalah profesional yang bekerja di sekitaran Thamrin.

Tetapi - berhubung manusia tidak bisa berhenti bernapas - bagaimana mungkin bisa sehat kalau udara sehari-hari yang dihirup tidak sehat?

Aku saja berdiri di tepi jalan Thamrin selama sekitar 15 menit merasa napas berat dan tidak merasa nyaman. Lalu bagaimana rasanya bila terus-menerus "menikmati" udara yang seperti itu sepanjang hari dan sepanjang malam?

Aku hanya ingin mempertanyakan dasar klaim iklan saja kok!

Use your brain, not just your heart.

Large Hadron Collider Pop-Up Book!!!

First and foremost, maybe I am a geek. Or nerd.



When I stumbled upon an article about this pop-up book, my eyes went wide and how my heart REALLY want somehow to be able to help my hands get a hold on a copy of this book!

Such a creative way to inform other people about the Large Hadron Collider and since it's scale are correct, (maybe) you could imagine seeing one.

Ooooh... I want one of this.

Rabu, Mei 26, 2010

trust in you

(previously published somewhere in the internet on 24-09-2008)

Here is to another frustration-heavy holiday season!

As always been in these previous four years, again and again it felt like Matthews is taking most of the crap a company can produce and empeloyees threw at.

Why in Hell it seemed that everytime a vacation time loom, people tend to dismiss responsibilities altogether? It was just, “Hey, tomorrow is holiday. Screw this assignment!” and just drop everything and start sitting around just talking and laughing and be merry?

No, I overexaggerated it.

But as some collagues are tune in into holiday, all the assignment are being dumped on me.

I mean, as soon as people saw a slack (or rescheduled) deadline, they stop working because, “It’s not even due soon, anyway.” Or, “We’ll work it out after vacation.” Which in reality some of it’d probably went my way to make things work; made some finesse changes and alteration; and took larger responsibilities.

I had to leave my own work to supervise some R&D work and now it’s clear to me that even when I went away for the same holiday season, it’d be guilt-ridden because all the unfinished tasks just playing shadows in the back corners of my mind.

Even when I worked overtime, those tasks still refuse to see an end. I had to review and re-review it again with my boss because the volume are all translated into money. And in business, money is crucial. Hey, my position is crucial for the company but the position came with the burden of taking responsibilities about the progress and continuation of almost all our operation in Indonesia.

That’s sucks.

But I guess that’s just me. A semi-antisocial guy with a twisted sense of humor.