You see, times changing.
I have this blog for so long but right now I don't think it will go anywhere.
Either I revamp everything -- which I doubt that I have time or energy to do that -- or just delete the whole thing.
You see, I don't think no one read this blog and when sometimes I'm okay with that, many times I think writing where no one will ever read it, is a waste of time. And thoughts.
So, what if I just kill this blog?
“God must’ve loved me so much, He joked a lot with me. Every time I tell stories of my mishap and misfortunes, people laughed.”
Sabtu, Maret 09, 2013
Rabu, Maret 06, 2013
Cari Bidang Baru
Itulah yang harus aku lakukan sejak setahun lalu. Sambil bekerja sambil mendua alias selingkuh.Maksudnya selingkuh ini tentu saja browsing mencari pekerjaan baru, syukur-syukur bidang baru yang bisa menarik karena ada hal-hal yang dapat dipelajari dan terasa seru.
Sepertinya, berada di tempat yang sama dan bidang yang sama, biarpun uangnya menarik, membuatku merasa makin terasing dari diri sendiri.
Sungguh perasaan yang tidak enak.
Seperti menghabiskan aset (usia) yang unrenewable, seperti membunuh diri sendiri pelan-pelan.
Tetapi kalau mau pindah, ke mana? Mengerjakan apa?
Wirausaha? Mengusahakan apa?
Sepertinya aku sedang mengalami krisis dan butuh bantuan atau jalan keluar. Butuh bantuan. Seperti sedang tenggelam pelan-pelan dalam perasaan menjalani hidup tidak optimal. Pantas semangat kerjaku menghilang akhir-akhir ini.
Sepertinya, berada di tempat yang sama dan bidang yang sama, biarpun uangnya menarik, membuatku merasa makin terasing dari diri sendiri.
Sungguh perasaan yang tidak enak.
Seperti menghabiskan aset (usia) yang unrenewable, seperti membunuh diri sendiri pelan-pelan.
Tetapi kalau mau pindah, ke mana? Mengerjakan apa?
Wirausaha? Mengusahakan apa?
Sepertinya aku sedang mengalami krisis dan butuh bantuan atau jalan keluar. Butuh bantuan. Seperti sedang tenggelam pelan-pelan dalam perasaan menjalani hidup tidak optimal. Pantas semangat kerjaku menghilang akhir-akhir ini.
Label:
basic,
common sense,
company life,
doubt,
drama,
enjoy life,
work
Jumat, Februari 22, 2013
Sebagai Manusia, Berkembanglah!
Namanya juga hidup, pilihan terbaik ya membuat diri berkembang.
Meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki keadaan keuangan, menantang diri sendiri untuk bisa memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginan diri tanpa perlu menyusahkan orang lain...
Bahkan juga melepaskan ikatan hidup dari kenyamanan diri yang semu.
Hidup ini seharusnya dijalani dengan kemampuan untuk menghargai diri sendiri.
Keraguan itu ada.
Seharusnya kumanfaatkan.
Rasa ragu itu akan membuatku tetap waspada tetapi tidak boleh mengerdilkanku, apalagi sampai menghalangiku untuk menjadi manusia yang bisa berkembang.
Meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki keadaan keuangan, menantang diri sendiri untuk bisa memenuhi seluruh kebutuhan dan keinginan diri tanpa perlu menyusahkan orang lain...
Bahkan juga melepaskan ikatan hidup dari kenyamanan diri yang semu.
Hidup ini seharusnya dijalani dengan kemampuan untuk menghargai diri sendiri.
Keraguan itu ada.
Seharusnya kumanfaatkan.
Rasa ragu itu akan membuatku tetap waspada tetapi tidak boleh mengerdilkanku, apalagi sampai menghalangiku untuk menjadi manusia yang bisa berkembang.
Label:
Clive Barker,
commitment,
concept,
decision,
dilema,
doubt,
enjoy life
Senin, Februari 11, 2013
Politik Kantor
Aku tahu kelemahanku adalah dalam menghadapi politik dalam kantor karena...
Aku cenderung tidak peduli dengan segala itu. Akibatnya adalah bahwa aku sering berada dalam kesulitan atau dianggap sebagai orang yang sulit dan tidak bisa diajak bekerjasama. Beginilah bila bekerja dalam sebuah organisasi besar. Ada tarik-menarik kepentingan di dalamnya dan sekali lagi, aku cenderung tidak memikirkan hal seperti itu.
Inilah yang menjadi perhatianku dan seharusnya aku proses agar lebih baik lagi dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitar termasuk dalam berpolitik! Kalau tidak, jelas sekali bahwa aku akan stuck di tempat yang itu-itu lagi. Kalau sudah begini, kenapa tidak resign saja, bukan?
Aku cenderung tidak peduli dengan segala itu. Akibatnya adalah bahwa aku sering berada dalam kesulitan atau dianggap sebagai orang yang sulit dan tidak bisa diajak bekerjasama. Beginilah bila bekerja dalam sebuah organisasi besar. Ada tarik-menarik kepentingan di dalamnya dan sekali lagi, aku cenderung tidak memikirkan hal seperti itu.
Inilah yang menjadi perhatianku dan seharusnya aku proses agar lebih baik lagi dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitar termasuk dalam berpolitik! Kalau tidak, jelas sekali bahwa aku akan stuck di tempat yang itu-itu lagi. Kalau sudah begini, kenapa tidak resign saja, bukan?
Kamis, Januari 24, 2013
Disconnect
What I probably need right now is getting myself disconnected from this digital life of mine.
Not checking any social media, answering any calls or text message, emails, or whatever that involved electronic means.
Why?
Because right now I feel lost in so many information that not really essential to my well-being. For my work, yes, very important stuff. But for me as human?
Not so much.
Now the next step to do is to arrange and plan for disconnecting myself.
Not checking any social media, answering any calls or text message, emails, or whatever that involved electronic means.
Why?
Because right now I feel lost in so many information that not really essential to my well-being. For my work, yes, very important stuff. But for me as human?
Not so much.
Now the next step to do is to arrange and plan for disconnecting myself.
Label:
accidents,
action,
amnesia,
education,
emotional quotient,
employee,
enjoy life,
entertainment
Minggu, Januari 13, 2013
Would You Say "Thank You"?
And while sitting here staring at nothingness, would you want to say "Thank You" for all the pain?
Label:
accidents,
action,
anger management,
bandung,
concept,
freedom,
health issues,
help,
holiday,
idle
Selasa, Desember 25, 2012
Selamat... Apa?
Seharusnya pagi ini kita bisa mengucapkan selamat dalam rangka perayaan suatu hari penting dalam kalender kepercayaan tertentu.
Tapi sebenarnya apa yang mau diselamatkan?
Selamat bahwa kita masih hidup dalam negara ini?
Selamat bahwa kita masih bisa beribadah, entah dengan sesama warga negara lain yang terhalang haknya?
Selamat karena kita berkali-kali lupa untuk mengingat bahwa ada banyak sekali hal yang harus diperbaiki dalam hidup bernegara?
Selamat bahwa hari ini masih bisa makan tiga kali sehari?
Apa bedanya hari ini dengan hari kemarin atau hari yang akan datang?
Apa bedanya sekedar hidup saja sudah syukur, dengan orang yang menurut kita jauh lebih berharta daripada kita tetapi yang masih merasa hidup sekadarnya?
Selamat. Iya. Tapi, sebenarnya mau selamat apa?
Tapi sebenarnya apa yang mau diselamatkan?
Selamat bahwa kita masih hidup dalam negara ini?
Selamat bahwa kita masih bisa beribadah, entah dengan sesama warga negara lain yang terhalang haknya?
Selamat karena kita berkali-kali lupa untuk mengingat bahwa ada banyak sekali hal yang harus diperbaiki dalam hidup bernegara?
Selamat bahwa hari ini masih bisa makan tiga kali sehari?
Apa bedanya hari ini dengan hari kemarin atau hari yang akan datang?
Apa bedanya sekedar hidup saja sudah syukur, dengan orang yang menurut kita jauh lebih berharta daripada kita tetapi yang masih merasa hidup sekadarnya?
Selamat. Iya. Tapi, sebenarnya mau selamat apa?
Label:
anger management,
bandung,
basic,
cheap,
Christmas,
common sense,
concept,
cynical,
failure
Jumat, Desember 14, 2012
Making Predictions, Even When Wrong, Is Better Than Not Making Any.
"Start making predictions in writing. You don't have to share them in public, but the habit will push you to understand your instincts and to sharpen your ability to see what works (and what doesn't) without the easy out of having to explain what already happened." - Seth Godin, Are You A Scientist?
Making the right predictions are really hard but not impossible to do. All you have to do is to do it often
Label:
prediction,
preparation,
priority,
problem,
rants,
spreadsheet,
violation
Membangun Kerjasama Tim
Aku benar-benar ingin tahu bagaimana caranya seorang pemimpin yang baik bisa membangun kerjasama tim yang mengagumkan. Apakah itu terkait dengan kemampuan tiap individu yang menjadi elemen dari tim tersebut? Maksudku, bagaimana mungkin orang-orang yang sangat egois dan hanya mengutamakan diri sendiri bisa melepaskan kebiasaan yang sudah mendarah daging dan kemudian membentuk tim dengan kerjasama yang baik?
Tim yang baik terdiri dari orang-orang yang memang ingin dan bisa bekerjasama, bukan?
Tim yang baik terdiri dari orang-orang yang memang ingin dan bisa bekerjasama, bukan?
Label:
life,
managerial skill,
office,
operation,
optimist,
organization,
teamwork,
work
Menunggu Orang Lain!
Saat seperti ini memang menyebalkan dan sangat menjengkelkan karena aku harus menunggu orang lain yang jelas-jelas tidak bersedia bekerja.
Ketika diminta datang, tak datang-datang juga.
Ketika akhirnya datang, tak membawa persiapan seperti yang diminta.
Kenapa sampai tidak menjadi kesal dan jengkel?
Bahasa seperti apa yang harus digunakan untuk menyampaikan maksud kepada orang-orang ini?
Apa harus memanggil orang tua dengan sebutan yang terkesan merendahkan? Atau harus menjadi orang yang "pengertian" atas kondisi "kekurangan" mereka?
Tak mungkin aku yang harus mengerti karena mereka menerima pembayaran untuk menyelesaikan tugas tersebut. Atau harus aku yang mengerjakannya? Hanya demi atasanku mendapatkan peningkatan angka yang bisa digunakan untuk menyenangkan atasan?
Atau aku harusnya melihat dari perspektif bahwa atasan tidak peduli detail dan hanya ingin hasil? Selesai sekian banyak dokumen, tercapai sekian banyak target, dan semua atasan senang? Pekerjaan yang menjengkelkan dengan posisi yang tidak menyenangkan. Tapi sepertinya semua harus ditelan. Demi gaji tiap bulan.
Ketika diminta datang, tak datang-datang juga.
Ketika akhirnya datang, tak membawa persiapan seperti yang diminta.
Kenapa sampai tidak menjadi kesal dan jengkel?
Bahasa seperti apa yang harus digunakan untuk menyampaikan maksud kepada orang-orang ini?
Apa harus memanggil orang tua dengan sebutan yang terkesan merendahkan? Atau harus menjadi orang yang "pengertian" atas kondisi "kekurangan" mereka?
Tak mungkin aku yang harus mengerti karena mereka menerima pembayaran untuk menyelesaikan tugas tersebut. Atau harus aku yang mengerjakannya? Hanya demi atasanku mendapatkan peningkatan angka yang bisa digunakan untuk menyenangkan atasan?
Atau aku harusnya melihat dari perspektif bahwa atasan tidak peduli detail dan hanya ingin hasil? Selesai sekian banyak dokumen, tercapai sekian banyak target, dan semua atasan senang? Pekerjaan yang menjengkelkan dengan posisi yang tidak menyenangkan. Tapi sepertinya semua harus ditelan. Demi gaji tiap bulan.
Minggu, November 11, 2012
Jembatan
Aku masih ingat -- biarpun tidak detil -- hal-hal yang berulang kali menjadi masalah dalam hubungan kami. Semua hal itu bisa dibagi dalam dua kategori:
1. Hal yang berbeda dalam pribadi kami masing-masing, dan
2. Hal yang kami hindari dan tidak dibicarakan, tetapi ada seperti tembok yang menghalangi.
Aku rasa dia juga tahu. Hanya saja dia tidak sampai kelompokkan seperti pembagian di atas. Atau mungkin dia mengkategorikan hal-hal itu tetapi dengan label yang berbeda.
Yang jelas, dalam hal pertama, aku merasa seperti dikekang. Tidak boleh ini. Tidak disetujui itu. Dilarang begini atau begitu. Kadang aku sampai berpikir, seperti dipenjara! Tentu aku tak bisa perbandingkan dengan penjara dalam artian sebenarnya karena aku tak pernah masuk sel tahanan ataupun lembaga pemasyarakatan.
Tetapi ketidaksukaannya yang eksplisit pada hobiku dan alasannya bahwa aku seperti tidak memprioritaskan hubungan kami. Aku tak tahu bagaimana menjelaskan kepada seseorang yang aku tak tahu punya hobi jelas atau tidak, bahwa yang namanya hobi memang kadang bisa menguasai seseorang sampai berkali-kali menomorduakan pasangannya. Mungkin, seandainya saja dia mulai benar-benar menekuni sebuah hobi yang menuntut upaya dan kreasi, kreativitas, energi, waktu, dan uang, mungkin pada saat itu dia bisa mengerti.
Sementara ini? Aku tak yakin dia bakal paham.
Aku punya pikiran sendiri dan akhir-akhir ini daripada bicara, aku lebih memilih diam dan berpikir. Aku bisa menghabiskan berjam-jam perjalanan dengan seorang supir, berdua saja dalam mobil kantor, menuju lokasi, dan aku tak akan bicara sepatah katapun. Tapi lebih baik diam, menurutku, daripada bicarakan hal yang tak aku minati, ketika aku lebih memilih bergelut dengan pikiranku sendiri.
Sedangkan mengenai hal kedua. Aku tahu dia tahu tapi dia tetap tak mau bicarakan. Itu pilihannya. Itu keputusannya. Seperti menunda dan menghindar. Topik sensitif yang akan menarik kami menuju kutub masing-masing, memisahkan kami begitu jauh sampai, kuharap tidak, kami akan berpisah.
Aku butuh jembatan. Sesuatu yang akan bisa menghubungkan perbedaan kami.
Atau lebih baik, aku belajar menjadi jembatan itu. Resikonya adalah, bila gagal, kami akan terpisahkan...
1. Hal yang berbeda dalam pribadi kami masing-masing, dan
2. Hal yang kami hindari dan tidak dibicarakan, tetapi ada seperti tembok yang menghalangi.
Aku rasa dia juga tahu. Hanya saja dia tidak sampai kelompokkan seperti pembagian di atas. Atau mungkin dia mengkategorikan hal-hal itu tetapi dengan label yang berbeda.
Yang jelas, dalam hal pertama, aku merasa seperti dikekang. Tidak boleh ini. Tidak disetujui itu. Dilarang begini atau begitu. Kadang aku sampai berpikir, seperti dipenjara! Tentu aku tak bisa perbandingkan dengan penjara dalam artian sebenarnya karena aku tak pernah masuk sel tahanan ataupun lembaga pemasyarakatan.
Tetapi ketidaksukaannya yang eksplisit pada hobiku dan alasannya bahwa aku seperti tidak memprioritaskan hubungan kami. Aku tak tahu bagaimana menjelaskan kepada seseorang yang aku tak tahu punya hobi jelas atau tidak, bahwa yang namanya hobi memang kadang bisa menguasai seseorang sampai berkali-kali menomorduakan pasangannya. Mungkin, seandainya saja dia mulai benar-benar menekuni sebuah hobi yang menuntut upaya dan kreasi, kreativitas, energi, waktu, dan uang, mungkin pada saat itu dia bisa mengerti.
Sementara ini? Aku tak yakin dia bakal paham.
Aku punya pikiran sendiri dan akhir-akhir ini daripada bicara, aku lebih memilih diam dan berpikir. Aku bisa menghabiskan berjam-jam perjalanan dengan seorang supir, berdua saja dalam mobil kantor, menuju lokasi, dan aku tak akan bicara sepatah katapun. Tapi lebih baik diam, menurutku, daripada bicarakan hal yang tak aku minati, ketika aku lebih memilih bergelut dengan pikiranku sendiri.
Sedangkan mengenai hal kedua. Aku tahu dia tahu tapi dia tetap tak mau bicarakan. Itu pilihannya. Itu keputusannya. Seperti menunda dan menghindar. Topik sensitif yang akan menarik kami menuju kutub masing-masing, memisahkan kami begitu jauh sampai, kuharap tidak, kami akan berpisah.
Aku butuh jembatan. Sesuatu yang akan bisa menghubungkan perbedaan kami.
Atau lebih baik, aku belajar menjadi jembatan itu. Resikonya adalah, bila gagal, kami akan terpisahkan...
Kamis, Oktober 04, 2012
Now What?
That's what I thought right now.
Because now I have been working in a multinational company, which was a hope that I secretly had in my heart.
"What it would feel like, to work in a multinational company? Do I have what it takes to be?"
I know both answer to that questions.
The thing is, maybe I wasn't being specific with my thought/wish/dream.
I should aim to a certain multinational company -- not just any multinational company -- in a specialized field. That way I have a destination to plan and prepare against. To work myself into.
Now I don't know what to do.
That's why I wrote this, here, as a reminder for my mistake.
No, not for being work here.
Yes, a mistake, for not being really plan my life.
Because now I have been working in a multinational company, which was a hope that I secretly had in my heart.
"What it would feel like, to work in a multinational company? Do I have what it takes to be?"
I know both answer to that questions.
The thing is, maybe I wasn't being specific with my thought/wish/dream.
I should aim to a certain multinational company -- not just any multinational company -- in a specialized field. That way I have a destination to plan and prepare against. To work myself into.
Now I don't know what to do.
That's why I wrote this, here, as a reminder for my mistake.
No, not for being work here.
Yes, a mistake, for not being really plan my life.
Sabtu, Agustus 04, 2012
Lebih Setahun Sudah
Lebih setahun sejak terakhir aku posting di blog ini dengan mood yang seperti ini.
Tak ada yang benar-benar berubah dariku kecuali bertambah tua. Masih seperti yang dulu, yang selalu melakukan kesalahan (yang sama!) dan tak bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk diri sendiri. Benar, aku menyerahkan kewajiban (atau hak?) itu kepada orang lain.
Seperti berjalan di tempat sementara orang lain sudah ada di terminal yang berbeda, di stasiun yang lain, di kota yang baru, dalam alam yang berbeda.
Lebih setahun sudah sejak terakhir aku menulis posting di blog ini dengan mood yang seperti ini dan masih tetap saja belum ada hal membanggakan yang sudah berhasil kucapai.
Setidaknya aku masih bertahan hidup di kota besar ini.
Mungkin, itu sebuah prestasi?
Rabu, Juli 18, 2012
How To Talk To People?
How do I talk to other people so that they can - and will - conform to my request and/or demand?
Talking is never my good point. I know this and I want to make improvement on this issue.
Talking to other people, to be able to smoothly convey my intention and meaning, to persuade the person that I mean to persuade, is a challenge in my everyday life. This couldn't continue!
The thing is, HOW to improve myself?
We. Are. Now.®
Talking is never my good point. I know this and I want to make improvement on this issue.
Talking to other people, to be able to smoothly convey my intention and meaning, to persuade the person that I mean to persuade, is a challenge in my everyday life. This couldn't continue!
The thing is, HOW to improve myself?
We. Are. Now.®
Minggu, Mei 06, 2012
Alasan Untuk Berkarya
Apakah alasanmu untuk bangun setiap pagi dan melakukan pekerjaanmu?
Apakah yang mendorongmu untuk berkarya dalam segala kelebihan dan kekuranganmu?
Apa tujuanmu?
Itulah beberapa pertanyaan yang muncul di dalam pikiranku beberapa waktu terakhir ini. Aku harus bisa menemukan cara untuk membangkitkan lagi keinginanku bertualang dan menantang diri sendiri, untuk menghasilkan sesuatu karya yang bisa kubanggakan, yang bisa memuaskan diri sendiri.
Mau jadi apa aku nanti?
Selagi aku masih menemukan kesulitan menjawab hal seperti itu maka aku belum akan bisa menjadi apa yang aku mau. Alasan untuk berkarya.
Apakah yang mendorongmu untuk berkarya dalam segala kelebihan dan kekuranganmu?
Apa tujuanmu?
Itulah beberapa pertanyaan yang muncul di dalam pikiranku beberapa waktu terakhir ini. Aku harus bisa menemukan cara untuk membangkitkan lagi keinginanku bertualang dan menantang diri sendiri, untuk menghasilkan sesuatu karya yang bisa kubanggakan, yang bisa memuaskan diri sendiri.
Mau jadi apa aku nanti?
Selagi aku masih menemukan kesulitan menjawab hal seperti itu maka aku belum akan bisa menjadi apa yang aku mau. Alasan untuk berkarya.
Sabtu, April 07, 2012
Pertanyaan Retoris:
Kenapa Tidak Melakukan Sesuatu Yang Menantang Dan Menyenangkan Untuk Diri Sendiri?
Jumat, Januari 20, 2012
Work Hard Play None
Should Have Know That This Would Not Be One Easy Life.
Right Now I Am Throwing The Dream Of Worklife Balance.
Previously Unbalanced. The Scale Was More Inclined Toward Personal Living. Right Now It's More Work And (Almost) No Play. Feels Like Paying Some Retribution Of Some Sort.
Label:
enjoy life,
jakarta,
rants,
routines
Sabtu, Desember 17, 2011
Another Option, Another System
Should set aside some change for my next smartphone. Just saw a sketching web app that can work with a notes web app that I want to learn to use. This collaboration seemed to be interesting and I think can be really useful for my blogging hobby.
Because open source system that support this app is cheap, I should be able to get one in cash. But to maximize the usage, I must use a larger screen, and that means a much expensive tablet PC.
Work harder then and hope that in the next evaluation, I can get better offer. Only then I will probably set aside some change for the tablet.
Because open source system that support this app is cheap, I should be able to get one in cash. But to maximize the usage, I must use a larger screen, and that means a much expensive tablet PC.
Work harder then and hope that in the next evaluation, I can get better offer. Only then I will probably set aside some change for the tablet.
Selasa, Desember 06, 2011
When In Trouble
When you know that you are in trouble yet do not do anything about it other than pretend that there's nothing wrong, or being ignorant, or just pray it will go away?
Do you know that helplessness, that despair, the thing that made you just wish you were never been born?
Fight it.
That's what I do.
That's what I try to do each time that stupid ugly feeling came up again. I know that I am stronger than what I showed in the outside.
I know in the end that I will prevail. I know this for a fact because I should.
Do you know that helplessness, that despair, the thing that made you just wish you were never been born?
Fight it.
That's what I do.
That's what I try to do each time that stupid ugly feeling came up again. I know that I am stronger than what I showed in the outside.
I know in the end that I will prevail. I know this for a fact because I should.
Label:
anger management,
feeling,
jakarta,
problem,
work
Sabtu, November 26, 2011
Identify The Problems, Then Do Something
There are a lot of problems here in my current geographical position. To my dismay, these kind people live life as they usually do, BEFORE they were more complicated.
The challenge would be to tell these kind people that they have HUGE problems. That they have to CHANGE
Eventhough I can identify the problems, the solution depends on these people admit that they have problems -- which when they can't solve the problems, then they should seek professional help. I should learn to be more convincing about any subject.
The challenge would be to tell these kind people that they have HUGE problems. That they have to CHANGE
Eventhough I can identify the problems, the solution depends on these people admit that they have problems -- which when they can't solve the problems, then they should seek professional help. I should learn to be more convincing about any subject.
Langganan:
Postingan (Atom)