Aku benar-benar ingin tahu bagaimana caranya seorang pemimpin yang baik bisa membangun kerjasama tim yang mengagumkan. Apakah itu terkait dengan kemampuan tiap individu yang menjadi elemen dari tim tersebut? Maksudku, bagaimana mungkin orang-orang yang sangat egois dan hanya mengutamakan diri sendiri bisa melepaskan kebiasaan yang sudah mendarah daging dan kemudian membentuk tim dengan kerjasama yang baik?
Tim yang baik terdiri dari orang-orang yang memang ingin dan bisa bekerjasama, bukan?
“God must’ve loved me so much, He joked a lot with me. Every time I tell stories of my mishap and misfortunes, people laughed.”
Tampilkan postingan dengan label organization. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organization. Tampilkan semua postingan
Jumat, Desember 14, 2012
Kamis, Februari 03, 2011
Huh! Kesal!
Mengapa ini kubiarkan terjadi lagi dan lagi kepadaku?
Mengapa aku simpan sendiri rasa marah dan emosi negatif lainnya?
Mengapa aku tetap mau mengemban tugas yang hanya menyulitkan diri sendiri seperti ini?
Brengsek. Aku memang bodoh.
Aku biarkan protesku tak didengarkan. Aku biarkan diriku menanggung kesalahan orang lain dan mengkoreksinya demi nama bersama.
Aku biarkan diriku sendiri dimarahi karena dinilai "hanya mengeluh soal orang lain dan bukannya mencari solusi" serta "bukannya mengajarkan apa yang benar agar tidak terjadi kesalahan lagi di kemudian hari".
Aku biarkan diriku menerima omong kosong itu.
Brengsek. Bisa dikonfirmasi bahwa aku memang bodoh.
Mengapa aku simpan sendiri rasa marah dan emosi negatif lainnya?
Mengapa aku tetap mau mengemban tugas yang hanya menyulitkan diri sendiri seperti ini?
Brengsek. Aku memang bodoh.
Aku biarkan protesku tak didengarkan. Aku biarkan diriku menanggung kesalahan orang lain dan mengkoreksinya demi nama bersama.
Aku biarkan diriku sendiri dimarahi karena dinilai "hanya mengeluh soal orang lain dan bukannya mencari solusi" serta "bukannya mengajarkan apa yang benar agar tidak terjadi kesalahan lagi di kemudian hari".
Aku biarkan diriku menerima omong kosong itu.
Brengsek. Bisa dikonfirmasi bahwa aku memang bodoh.
Label:
office,
organization,
perception,
performance,
problem,
rants,
salarymen,
teamwork,
work
Senin, Juli 19, 2010
Pengorganisasian, Mutlak Perlu
Dalam sebuah organisasi tanpa sistem pembagian yang jelas sangat mungkin terjadi tumpang tindih tugas dan pekerjaan.
Bila ini terjadi, mungkin sekali berubah menjadi kebingungan bahkan sampai kekacauan. Tak ada yang diuntungkan dengan hal seperti ini. Pemborosan energi dan sumberdaya pekerja akan tak terhindarkan.
Bahkan bisa saja terjadi ada pekerja yang tugasnya menjadi overload dan ada pekerja yang bahkan tidak melakukan apa-apa karena tugasnya yang tumpang tindih dengan beberapa orang itu malah telah dikerjakan seluruhnya.
Meskipun kedengaran menguntungkan bagi pekerja yang makan gaji buta itu, secara keseluruhan organisasi tidak mendapatkan keuntungan bersama. Hal seperti ini bahkan cenderung berpotensi konflik yang dapat menuju perpecahan. Lingkungan kerja bisa berubah menjadi hostile -- sesuatu yang tak diinginkan manajer manapun.
Sebelum disorganisasi seperti ini terjadi, sudah sepantasnyalah seorang manajer yang baik berusaha memperbaiki keadaan, bukan malah turut menjadi bagian dari masalah tersebut.
Label:
managerial skill,
organization,
work
Langganan:
Postingan (Atom)