Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Maret 09, 2013

What If I Just Kill This Blog?

You see, times changing.
I have this blog for so long but right now I don't think it will go anywhere.
Either I revamp everything -- which I doubt that I have time or energy to do that -- or just delete the whole thing.
You see, I don't think no one read this blog and when sometimes I'm okay with that, many times I think writing where no one will ever read it, is a waste of time. And thoughts.
So, what if I just kill this blog?

Minggu, Januari 13, 2013

Would You Say "Thank You"?

And while sitting here staring at nothingness, would you want to say "Thank You" for all the pain?

Selasa, Desember 25, 2012

Selamat... Apa?

Seharusnya pagi ini kita bisa mengucapkan selamat dalam rangka perayaan suatu hari penting dalam kalender kepercayaan tertentu.

Tapi sebenarnya apa yang mau diselamatkan?

Selamat bahwa kita masih hidup dalam negara ini?

Selamat bahwa kita masih bisa beribadah, entah dengan sesama warga negara lain yang terhalang haknya?

Selamat karena kita berkali-kali lupa untuk mengingat bahwa ada banyak sekali hal yang harus diperbaiki dalam hidup bernegara?

Selamat bahwa hari ini masih bisa makan tiga kali sehari?

Apa bedanya hari ini dengan hari kemarin atau hari yang akan datang?

Apa bedanya sekedar hidup saja sudah syukur, dengan orang yang menurut kita jauh lebih berharta daripada kita tetapi yang masih merasa hidup sekadarnya?

Selamat. Iya. Tapi, sebenarnya mau selamat apa?

Jumat, Desember 14, 2012

Menunggu Orang Lain!

Saat seperti ini memang menyebalkan dan sangat menjengkelkan karena aku harus menunggu orang lain yang jelas-jelas tidak bersedia bekerja.

Ketika diminta datang, tak datang-datang juga.

Ketika akhirnya datang, tak membawa persiapan seperti yang diminta.

Kenapa sampai tidak menjadi kesal dan jengkel?

Bahasa seperti apa yang harus digunakan untuk menyampaikan maksud kepada orang-orang ini?

Apa harus memanggil orang tua dengan sebutan yang terkesan merendahkan? Atau harus menjadi orang yang "pengertian" atas kondisi "kekurangan" mereka?

Tak mungkin aku yang harus mengerti karena mereka menerima pembayaran untuk menyelesaikan tugas tersebut. Atau harus aku yang mengerjakannya? Hanya demi atasanku mendapatkan peningkatan angka yang bisa digunakan untuk menyenangkan atasan?

Atau aku harusnya melihat dari perspektif bahwa atasan tidak peduli detail dan hanya ingin hasil? Selesai sekian banyak dokumen, tercapai sekian banyak target, dan semua atasan senang? Pekerjaan yang menjengkelkan dengan posisi yang tidak menyenangkan. Tapi sepertinya semua harus ditelan. Demi gaji tiap bulan.

Minggu, November 11, 2012

Jembatan

Aku masih ingat -- biarpun tidak detil -- hal-hal yang berulang kali menjadi masalah dalam hubungan kami. Semua hal itu bisa dibagi dalam dua kategori:

1. Hal yang berbeda dalam pribadi kami masing-masing, dan

2. Hal yang kami hindari dan tidak dibicarakan, tetapi ada seperti tembok yang menghalangi.

Aku rasa dia juga tahu. Hanya saja dia tidak sampai kelompokkan seperti pembagian di atas. Atau mungkin dia mengkategorikan hal-hal itu tetapi dengan label yang berbeda.

Yang jelas, dalam hal pertama, aku merasa seperti dikekang. Tidak boleh ini. Tidak disetujui itu. Dilarang begini atau begitu. Kadang aku sampai berpikir, seperti dipenjara! Tentu aku tak bisa perbandingkan dengan penjara dalam artian sebenarnya karena aku tak pernah masuk sel tahanan ataupun lembaga pemasyarakatan.

Tetapi ketidaksukaannya yang eksplisit pada hobiku dan alasannya bahwa aku seperti tidak memprioritaskan hubungan kami. Aku tak tahu bagaimana menjelaskan kepada seseorang yang aku tak tahu punya hobi jelas atau tidak, bahwa yang namanya hobi memang kadang bisa menguasai seseorang sampai berkali-kali menomorduakan pasangannya. Mungkin, seandainya saja dia mulai benar-benar menekuni sebuah hobi yang menuntut upaya dan kreasi, kreativitas, energi, waktu, dan uang, mungkin pada saat itu dia bisa mengerti.

Sementara ini? Aku tak yakin dia bakal paham.

Aku punya pikiran sendiri dan akhir-akhir ini daripada bicara, aku lebih memilih diam dan berpikir. Aku bisa menghabiskan berjam-jam perjalanan dengan seorang supir, berdua saja dalam mobil kantor, menuju lokasi, dan aku tak akan bicara sepatah katapun. Tapi lebih baik diam, menurutku, daripada bicarakan hal yang tak aku minati, ketika aku lebih memilih bergelut dengan pikiranku sendiri.

Sedangkan mengenai hal kedua. Aku tahu dia tahu tapi dia tetap tak mau bicarakan. Itu pilihannya. Itu keputusannya. Seperti menunda dan menghindar. Topik sensitif yang akan menarik kami menuju kutub masing-masing, memisahkan kami begitu jauh sampai, kuharap tidak, kami akan berpisah.

Aku butuh jembatan. Sesuatu yang akan bisa menghubungkan perbedaan kami.

Atau lebih baik, aku belajar menjadi jembatan itu. Resikonya adalah, bila gagal, kami akan terpisahkan...

Rabu, Mei 26, 2010

tattooed women, bad?

(originally published somewhere in the internet on 20-02-2006)

===

yesterday, a friend of mine, what would i think if she get a tattoo.

she just want to express herself more and the best way it seems is to get a tattoo. her concern is that it might just get in the way when she applied for a job after graduated. i told her that i think the only way it'd be an issue if she did apply for PNS or banking institution - or any position where your appearance really matter.

if you're healthy, tattoo can't make you failed on health test/medical check-up. i also told her to sport a temporary tattoo first, to put it right where she want her permanent one, and get the feeling of having a tattoo, for a permanent tattoo is just gonna stick forever to her skin.

she also asked, "what would you guys be thinking of a woman like me had tattooes?"

i told her, "personally, i think it is sexy, it's sensual, it's hot! as long as the tattoo suit her and she is comfortable with them.

"what about the stereotyping of tattoed person = bad person. it worse if it's a woman?"

"well, if you're more interested in what other people might think, then you better not get one. if you feel you can go on ignoring other people's opinion, then go get one!"

now, you, dear reader, after reading this, you know where i stand on this matter. i just asked you for your opinion, are tattoed women equal bad girls?

let me know, please.

Selasa, Juni 09, 2009

Day 160: Doing Something Different?

I was thinking of doing something REALLY different.

Like taking photos of some objects I never take before, using angles I almost never used before, and such.




Like this one.

Now if only I could find some way to make this one "speak" more, I'd be delighted. Too short a time made me unable to explore more of the spot and the objects at that particular place.

Sadly, a second visit that night offered less opportunity since it was too dark (it was raining heavily) and less lights were available.

Oh well, another spot on another time, maybe?

Rabu, Desember 31, 2008

Not Mine!



that one is Ranti, taken by Imam.

you see, sometimes proof of scientific research appeared in everyday life but we might not know it. maybe you have heard of Six Degree of Separation. i suggest you google that up.

anyway, at one Saturday night, Prabu -- whom i made acquaintance with from Aris -- want to pick his friend that he said was waiting for him. that friend turned out to be Ranti.

Ranti told me that she was being picked up from Omuniuum, where her friend own the joint.

oh, is that right? i asked, while wearing a straight face. what i didn't tell her that i knew whom she refer to as friend. i just texted our mutual friend asking about Ranti which i got confirmation a few minutes later.

even after we drop Ranti to her house, i still didn't mention that beside Prabu, me and her have another common friends. what's the point, anyway?

Senin, Oktober 13, 2008

A Terrible Lesson Over Punctuality

It has been a while since last I manage to steal some office time and bandwidth to post here. But believe me that the abstinence is killing me.

So in this post I felt the urge to tell you an episode that I learned the hard way. About discipline and punctuality.

I went to Bandung to get a chance to shoot Aura Kasih live on stage, in the Miss Celebrity 2008 event, hosted by SCTV and Ciwalk.

Now, if I'm discipline and punctual, I should be able to shot lots of frames of Aura Kasih performing on stage. But because my own stupidity and inappropriate politeness, all I manage was 14 frames of her and not even a single one can be of any worth!

Because I can't be punctual (and leave anybody who disrespect the term), my 400km journey worth crap. I want to kick my ass and beat the hell out of that stupid guy who called himself "professional photographer". No wonder he suck. His photography must be lousy too. It showed in his attitude. I'm about to launch myself on a series of trash talking here, but thought better of it.

Now, lesson learned. If anybody, even my close friend, asked me to join on a photo hunting, he/she must be punctual. He/she must prepared to travel on schedule.



Or else, I would have just leave him/her out.

Sigh, all the time, energy, and money spent on this previous weekend...

Wasted.

Jumat, Agustus 22, 2008

Tele-Zoom Lens



For an action photography, I think that my Nikon AF 70-300mm G is not adequate enough.
Take a look at this photo for an example.

Because the action happened in broad daylight, I was able to capture the contestant's facial expression clearly enough. That two shots at the lower side was at 300mm f/5.6! That's why the depth of field is somewhat large.

But to buy a wider (or "faster") lens, I had not been able to sum up the money needed.

Damn, life's hard when you're dirt poor!

So that leave me with the option of ONLY shoot with my tele-zoom in BROAD DAYLIGHT - which left me with so little possibilites (which I haven't explore yet)!

On second thought, maybe it's an adventure waiting in shooting tele with my lens here! Remember: I already purchase a monopod.

In the end, its better to have this lens for everyday shooting. It is CHEAP enough - even for me - that if it get broken I could just go to a respectable camera store and buy another one...

Posted by Picasa

Jumat, April 25, 2008

Walking...





Kamis, April 10, 2008

my friend got bitten by photography

yes, he just started on this photography thing and still got a long way to learn -- so do I -- but at least we're had taken the first step.



and this is one of his first photo hunting at Lembang, Bandung (photo owned by Sam).

and this one is my favorite - among few that were shown in his online album:

Sabtu, Maret 29, 2008

Setelah Bertemu Citra

Percaya tidak kalau ada perempuan yang bisa begitu berpengaruh terhadap banyak laki-laki? Sekelompok pria yang tadinya merasa lesu, tidak bersemangat, dan merasakan ada yang kurang dari diri mereka, berubah 180 derajat setelah bertemu Citra?

Aku juga tidak mempercayainya.

Tapi setelah aku melihat tiga orang yang duduk di depan dan sampingku pada malam itu, saat kami di salah satu tempat makan di Dago, transformasi yang terjadi pada diri mereka sungguh sulit untuk kupercaya. Maksudku, aku melihat mereka yang seakan tidak percaya pada diri sendiri, tiga jam yang lalu.

Dan lihatlah mereka sekarang!









Penuh semangat dan sangat yakin pada diri sendiri. Bahkan meja kami menjadi sumber keramaian pada malam yang dingin itu. Meja-meja yang lainnya hanya berisi beberapa orang yang berbicara pelan dan seperti meringkuk kedinginan.

Bahkan aku yang biasanya tidak tahan dingin menjadi bersemangat melihat ketiga orang temanku ini.

Siapakah Citra itu?

Mereka masih merahasiakannya. Sepertinya masih ada keraguan untuk membagi cerita tentang identitas wanita misterius ini.

Apapun tekniknya, siapapun dia, misteri ini akan kusibak! Akan kutemukan titik terang dalam misteri Citra ini. Demi kebahagiaan umat manusia. Demi kebenaran itu sendiri.

Akan kupertaruhkan nama kakek Kindaichi, si detektif terkenal itu! Aku bersumpah!

Minggu, Maret 23, 2008

easter weekend at bandung

so, you might want to know what i did at my long weekend.

i went to bandung and record this video -- one of many.

keep coming back for more!

cheers!!!