Tampilkan postingan dengan label schedule. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label schedule. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 12, 2010

Apakah Aku Sendirian Yang Merasa Khawatir?

Itulah perasaan yang mengganggu pikiranku akhir-akhir ini. Apakah hanya aku sendirian yang merasa khawatir dengan bagaimana proyek-proyek kami berjalan? Apakah aku sendirian yang memikirkan kecepatan sebuah rangkaian pekerjaan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya? Apakah aku sendirian yang mencoba memikirkan cara mengefisienkan waktu dan mempercepat suatu pekerjaan diselesaikan? Apakah aku sendirian yang khawatir apakah pekerjaan kami comply dengan standar yang ditetapkan oleh operator?

Apakah aku terlalu melebih-lebihkan?

Listrik adalah hal yang urgen, genting, penting, tak bisa diabaikan dalam lingkup pekerjaan dan proyek kami ini. Tetapi lihatlah, sejak tanggal 18 Juni 2010 sampai sekarang, sepertinya hal ini tak dianggap penting atau tak terlalu dipermasalahkan.

Aku sudah mencoba mengingatkan – biarpun memang kurang ngotot – tetapi hasilnya tidaklah optimal. Pada meeting minggu lalu aku sudah diperingatkan soal sambungan daya listrik PLN ini dan saat itu aku diingatkan kalau pada awal proyek sudah mengatakan kalau statusnya adalah “listrik normal” alias tidak ada perlu penambahan trafo. Sekarang ada dua penawaran dari dua kontraktor yang berbeda di mana satu meminta pasang trafo dan satunya lagi tidak menyebutkan pemasangan trafo. Agak aneh dan meragukan. Tentu saja kantor akan memilih kontraktor yang tidak mengajukan penambahan trafo baru.

Perlu kujelaskan adalah bahwa kontraktor yang awalnya ditunjuk kantor dari setelah tanggal 18 Juni itu baru menghubungiku pada tanggal 5 Juli untuk menanyakan alamat lokasi dan tagihan listrik terdekat. Ke mana saja dia selama setidaknya seminggu tak ada mengurus apapun? Lalu kuajukan daftar AKLI daerah tersebut untuk dipilih bagian logistik/purchasing sehingga didapatlah nama dua kontraktor tersebut di atas.

Hanya saja yang membuat aku khawatir adalah sampai hari Senin, 12 Juli 2010, belum ada orang yang berwenang mengambil keputusan, masuk kantor dan mulai mengurus hal ini.

Proyek ini berpotensi lambat serah terima seperti dua lokasi sebelumnya karena masalah listrik dan sepertinya tak ada juga pelajaran yang dipetik dari kasus pencurian kemarin – dimana kami harus mengganti sendiri kerugian karena instalasi listrik yang belum dilakukan – sehingga belum bisa diajukan untuk uji serah terima. Bayangkan, sudah lebih dari dua bulan sejak lokasi site selesai dikerjakan minus sambungan listrik dan sampai sekarang belum juga serah terima.

Kalau kita kurang antisipasi masalah sambungan daya listrik PLN maka hal yang sama mungkin saja terjadi lagi. Tetapi seperti yang kukatakan di atas, sepertinya hanya aku sendirilah yang khawatir.

Senin, Juli 05, 2010

Kesalahan Siapa, Coba?

Ini adalah kesalahan siapa, coba?

Aku sudah meminta dibuatkan Surat Permohonan Pasang Baru PLN sejak sekitar tanggal 25 Mei 2010 dimana surat tersebut AKHIRNYA dibuat tanggal 18 Juni 2010. Apa yang membuat kagum diriku? Surat tersebut tidak diverifikasi lagi dan ternyata oleh mitra kami yang membuat surat tersebut alamat lokasi tercatat di daerah tingkat II yang berbeda!

WTF?

Bayangkan tadi kagetnya aku ketika ditelepon instalatir yang menyebutkan meminta rekening koran terdekat pelanggan PLN pada hari ini tanggal 5 Juli 2010 dan menyebutkan alamat lokasi yang bukan hanya berbeda kampung tetapi malah berbeda kabupaten! Sebulan lebih tak ada kemajuan dan ternyata cuma ada kesalahan yang berarti mengulang dari nol lagi! Dari NOL!

Artinya dalam kondisi normal butuh sekitar 21 hari untuk pasang baru maka timer itu baru bisa dimulai jalannya pada hari Kamis, 7 Juli 2010 nanti karena menunggu rekening koran terdekat. Itupun tentu saja bila langsung dipasang. Kalau masih menunggu survey dan penawaran artinya masih sebulan lagi baru ada harapan listrik nyala.

And somehow, I know I will get blame for it.