Tampilkan postingan dengan label vacation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vacation. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 17, 2011

Tak Harus Selalu Jadi Yang Benar

Dengan menyadari bahwa aku tak harus selalu menjadi yang benar, aku bisa menerima kalau aku butuh bantuan orang lain untuk memperbaiki keadaan dalam lingkunganku sehari-hari. Tak ada yang salah dari keinginanku agar semua orang berusaha dengan sebaik-baiknya, menggunakan kemampuan yang diberikan Tuhan, semaksimal mungkin untuk memperoleh pencapaian terbaik!

Okay, kalau maksimal tidak bisa, mengharapkan pencapaian optimal seharusnya masih dapat diterima, bukan?

Kelelahan hati dan pikiran adalah ketika aku punya keinginan, kemauan, dan ide yang kuanggap baik tetapi aku seperti berjuang sendiri mewujudkannya.

Yang perlu kulakukan adalah mengemasnya menjadi sesuatu yang utuh dan terlihat menarik agar lebih gampang untuk menjualnya. Bayangkan, mengubah suatu organisasi, dengan mulai dari rintangan awal, yaitu mengubah cara pandang pemilik perusahaan itu sendiri!

Yang bisa kulakukan adalah merenungkan lagi kondisi ideal yang bisa diharapkan, apa saja unsur yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi ideal tersebut, apa saja batasan dan rintangan yang sekarang ada dan bagaimana cara untuk mengatasinya, serta banyak detail lainnya. Untuk itu tentu saja aku butuh rekan kerja dan diskusi. Untuk brainstorming dan proses pengambilan keputusan.

Sayangnya aku belum berhasil mendapatkannya dalam organisasi saat ini.

Rabu, Mei 26, 2010

trust in you

(previously published somewhere in the internet on 24-09-2008)

Here is to another frustration-heavy holiday season!

As always been in these previous four years, again and again it felt like Matthews is taking most of the crap a company can produce and empeloyees threw at.

Why in Hell it seemed that everytime a vacation time loom, people tend to dismiss responsibilities altogether? It was just, “Hey, tomorrow is holiday. Screw this assignment!” and just drop everything and start sitting around just talking and laughing and be merry?

No, I overexaggerated it.

But as some collagues are tune in into holiday, all the assignment are being dumped on me.

I mean, as soon as people saw a slack (or rescheduled) deadline, they stop working because, “It’s not even due soon, anyway.” Or, “We’ll work it out after vacation.” Which in reality some of it’d probably went my way to make things work; made some finesse changes and alteration; and took larger responsibilities.

I had to leave my own work to supervise some R&D work and now it’s clear to me that even when I went away for the same holiday season, it’d be guilt-ridden because all the unfinished tasks just playing shadows in the back corners of my mind.

Even when I worked overtime, those tasks still refuse to see an end. I had to review and re-review it again with my boss because the volume are all translated into money. And in business, money is crucial. Hey, my position is crucial for the company but the position came with the burden of taking responsibilities about the progress and continuation of almost all our operation in Indonesia.

That’s sucks.

But I guess that’s just me. A semi-antisocial guy with a twisted sense of humor.

Sabtu, Maret 14, 2009

Ada Banyak Hal

Ada banyak hal yang ingin kuceritakan. Tapi rasanya energiku terkuras sejak dari memegang terminal ini. Dari membuka flap LCD monitor; menekan tombol power ke ON; menunggu system boot; tahu-tahu rasanya energiku habis terkuras. Tak ada yang benar-benar bisa kukerjakan. Tak ada semangatku untuk mempelajarinya.

Aku mungkin membutuhkan liburan. Yang kubayangkan adalah pantai. Tentu akan menyenangkan. Mungkin aku akan ke pantai pada akhir minggu depan. Semoga saja bisa.

Rabu, Agustus 27, 2008

Cuti Bersama

Nah, libur akibat cuti bersama sebentar lagi tiba! Hore!

Tak menyangka setahun telah berlalu sejak aku merasakan efek dari cuti bersama (diantaranya: jatah cutiku dipotong dan dimasukkan ke "cuti bersama" ini).

Aku tak tahu akan bagaimana cuti kali ini tapi aku ingin sekali melakukan perjalanan lagi and this time it'll be: Destination: Bali.

Naaah... *waving arm in a dismissing motion*

Jumat, Agustus 22, 2008

Tele-Zoom Lens



For an action photography, I think that my Nikon AF 70-300mm G is not adequate enough.
Take a look at this photo for an example.

Because the action happened in broad daylight, I was able to capture the contestant's facial expression clearly enough. That two shots at the lower side was at 300mm f/5.6! That's why the depth of field is somewhat large.

But to buy a wider (or "faster") lens, I had not been able to sum up the money needed.

Damn, life's hard when you're dirt poor!

So that leave me with the option of ONLY shoot with my tele-zoom in BROAD DAYLIGHT - which left me with so little possibilites (which I haven't explore yet)!

On second thought, maybe it's an adventure waiting in shooting tele with my lens here! Remember: I already purchase a monopod.

In the end, its better to have this lens for everyday shooting. It is CHEAP enough - even for me - that if it get broken I could just go to a respectable camera store and buy another one...

Posted by Picasa